Peneliti: FIlm Cengeng Bisa Membuat Anda Bahagia

Posted by Pakar Bola

FILM apa yang mampu membuat Anda menitikkan air mata? Kalau dari Hollywood, tentu sebagian besar penonton sepakat untuk memilih film Titanic yang menguras air mata. Sementara film nasional, Ayat-ayat Cinta termasuk kategori film mellow yang  mengaduk emosi penontonnya selama berada di bioskop.

Terkait soal ini, bagaimana komentar pakar? Peneliti Universitas Negeri Ohio mengungkapkan menonton film tragedi menyebabkan orang membayangkan tentang hubungan mereka dengan orang-orang dekat, dan pada prosesnya hal ini dapat meningkatkan kebahagiaan.

Kepala penelitian itu, Silvia Knobloch-Westerwick mengatakan, "Cerita tragis sering fokus pada tema cinta  abadi. Hal itu membuat penonton mengingat orang yang mereka cintai dan bersyukur."

Kunci kebahagiaan, kata Silvia, adalah dengan menjadikan  film itu sebagai refleksi dalam hubungan kita dengan orang-orang terdekat. Semakin banyak  kita  melakukan itu, kita akan semakin bahagia.

Penonton yang memiliki sifat egois akan menyikapi film seperti itu dengan "hidup saya tidak seburuk tokoh-tokoh dalam film-film tersebut yang tidak bahagia."

Knobloch-Westerwick mengatakan kajian itu adalah yang pertama dalam pendekatan ilmiah untuk menjelaskan mengapa orang menikmati film tragedi fiksi padahal membuat mereka sedih.

"Para filsuf telah mempertimbangkan pertanyaan ini selama ribuan tahun, tapi belum ada pendekatan ilmiah," katanya lagi seperti dikutip dailymail.co.uk.

Libatkan 361 mahasiswa
Penelitian itu melibatkan 361 mahasiswa yang menonton ulasan singkat film Atonement (2007) yang melibatkan sepasang kekasih yang terpisah dan meninggal akibat peperangan.

Sebelum, selagi dan setelah menonton film sebanyak tiga kali, para responden ditanya beberapa hal tentang ukuran kebahagiaan dalam kehidupan mereka. Mereka juga ditanya tentang perasaan seperti kesedihan. Orang yang sangat sedih ketika menonton film itu cenderung menulis tokoh-tokoh nyata yang dekat dengan mereka.

"Orang-orang menggunakan tragedi untuk mencerminkan hubungan penting dalam kehidupan mereka, untuk mensyukuri keberadaan mereka. Hal itu dapat menjelaskan mengapa film tragedi yang begitu populer, meskipun mengisahkan cerita sedih," katanya.

Para peneliti juga menguji teori bahwa orang merasa lebih bahagia setelah melihat film tragedi karena mereka dapat membandingkan diri mereka dengan tokoh dalam film tersebut dan merasa baik bahwa kehidupan mereka tidak seburuk tokoh-tokoh yang ada dalam film tersebut. Tenyata, hasilnya tidak begitu.

Orang-orang yang setelah menonton film tersebut lebih memikirkan diri mereka, bukan hubungan dekat mereka dengan orang lain,  tidak menunjukan peningkatan kebahagiaan.

"Bukan tragedi dalam film yang meningkatkan kebahagiaan hidup, tapi karena penonton jadi berpikir lebih tentang diri mereka sendiri. Orang jadi menghargai hubungan yang mereka punya," kata Knobloch-Westerwick.