Membaca Karekter Tulisan Tangan Dapat Dipelajari Secara Ilmiah

Posted by Pakar Bola

Image-7036Membaca Karekter Tulisan Tangan Dapat Dipelajari Secara Ilmiah - Ternyata tulisan tangan seseorang dengan mudah dapat mengungkap karakter pribadi penulisnya. Ada ratusan karakter seseorang yang dapat terlihat hanya dalam beberapa baris tulisan tangannya.

Pakar analisa tulisan tangan, Kusuma Prabandari, mengaku pernah menemukan 400 sifat dasar seseorang dengan menganalisa satu halaman tulisan tangan orang itu. “Dari satu lembar halaman penuh tulisan tangan, bisa terbaca ratusan karakter seseorang,” kata Kusuma ketika ditemui Tempo di Toko Buku Gramedia Mataraman, Jakarta, pada Sabtu 7 Juli 2012.

Banyaknya jumlah karakter yang dapat dibaca pakar analisa –biasa disebut graphologist-- tergantung dari semakin banyak tulisan penulis. Karakter yang terbaca oleh Kusuma meliputi sifat orang yang baik dan buruk. Sifat orang seperti pembohong, jahat, ember, pencinta, pencinta seni, pintar dan lemot dapat terlihat di tulisan tangan mereka.

Faber Castel mengadakan demo singkat Handwriting Analysis di Gramedia Matraman, Jakarta Timur selama dua hari, 7-8 Juli 2012. Tempo mendapat kesempatan dibaca tulisannya oleh Kusuma. Hanya dengan tulisan sepanjang dua paragraf saja, atau sekitar enam kalimat, Kusuma sudah berhasil membaca sebanyak 15 karakter Tempo.

Dengan banyaknya karakter seseorang yang dapat terbaca oleh para ahli ilmu ini, hal ini dapat membantu seseorang memecahkan kasus-kasus kriminal. Kusuma mengaku pernah berhasil membantu menangkap empat orang pencuri melalui ilmunya ini. “Tapi untuk membuktikannya di pengadilan cukup sulit. Karena ilmu ini belum menjadi alat bukti sah di Indonesia. Berbeda dengan Australia dan Amerika,” kata Kusuma.

Kusuma menolak analisanya dikatakan sebagai ramalan. Menurutnya ini adalah ilmu yang dapat dipelajari. Ilmu ini dapat menjadi suatu analisis di bidang psikologi seseorang. Graphologi dapat mengungkapkan pola pikir orang, membantu mengetahui kekuatan ego seseorang. Selain itu ilmu yang pertama kali digunakan pada 1875 itu dapat mengetahui cara seseorang memandang dunia dan berhubungan sosial. Ia juga dapat membantu mengetahui cara seseorang dalam mengatasi permasalahan.