Chelsea dan Real Madrid Dalam Bayang bayang Kuda Hitam

Posted by Pakar Bola


Tak ada yang meragukan nama besar Chelsea dan Real Madrid di pentas Eropa. Kini, kedua klub raksasa itu akan mempertaruhkan nama besar melawan dua klub kuda hitam, Benfica dan APOEL Nicosia di babak perempat final Liga Champions.

Chelsea terancam menghadapi tahun kelabu. Itu jika The Blues tak mampu lolos ke Liga Champions musim depan.

Chelsea masih tertahan di posisi 5 klasemen sementara dengan 50 poin. Chelsea tertinggal 5 poin dari Tottenham Hotspur di posisi 4, dan berselisih 8 poin dari Arsenal di posisi 3.

The Blues masih punya kesempatan mempertahankan posisi di Liga Champions musim depan. Syaratnya, John Terry dan kawan-kawan harus jadi juara musim ini. Usaha itu dimulai dengan melewati Benfica di Lisbon, Selasa 27 Maret 2012.

“Klub menghadapi tahun kelabu. Klub sebesar Chelsea tak boleh absen dari Liga Champions," kata kiper Chelsea, Petr Cech kepada Express, Senin 26 Maret 2012.

Kali terakhir Chelsea tak bermain di Liga Champions pada musim 2003/04. Setelah itu, selama delapan tahun berturut-turut Didier Drogba dan kawan-kawan selalu tampil di panggung kompetisi klub termegah di Eropa tersebut. Mereka bahkan sudah tujuh kali melaju ke perempat final.

Manajer Chelsea, Roberto Di Matteo tak mau menganggap enteng calon lawan mereka. "Saya sudah beberapa kali mengamati Benfica. Mereka berada satu grup dengan Manchester United di babak penyisihan. Mereka bakal jadi lawan tangguh buat kami," kata Di Matteo.

Setali tiga uang, Benfica juga tak gentar menghadapi nama besar Chelsea. Meski kalah pengalaman, namun klub berjuluk Aguias itu siap membuat kejutan.

"Kami tidak berada di perempat final karena keberuntungan. Chelsea adalah nama besar di kancah sepak bola Eropa. Benfica menghormati mereka, tapi kami tidak akan minder," kata Direktur Benfica, Manuel Rui Costa.

"Tidak ada tim yang akan membuat kami minder. Meski kami memiliki kerendahan hati, tapi kami juga tahu potensi kami. Kami tahu apa yang bisa kami lakukan. Kami percaya bisa bersaing dengan setiap tim sampai akhir kompetisi. Inilah yang akan kami lakukan saat berhadapan dengan Chelsea," ujar Rui Costa.

Sepanjang sejarah, Chelsea belum pernah bertemu dengan Benfica dalam ajang apa pun. Jadi, menarik ditunggu bagaimana pertarungan kedua tim ini berlangsung.

APOEL vs Madrid

Laga APOEL melawan Madrid juga cukup menarik. Di atas kertas, Los Blancos jelas lebih diunggulkan dari klub Siprus itu. Namun, ini bukan berarti APOEL tak memiliki peluang.

APOEL jadi kejutan utama di panggung Liga Champions musim ini. Untuk melaju ke babak delapan besar, APOEL mampu menyingkirkan klub-klub kuat macam Porto, Shakhtar Donetsk dan Olympique Lyon. Mereka pun kini siap menyingkirkan El Real.

"Madrid adalah klub terbesar di Eropa. Bagi kami sebuah kehormatan untuk bisa sampai di babak ini. Adalah suatu kehormatan memiliki kesempatan bermain melawan Real Madrid," kata Presiden APOEL, Phivos Erotokritou.

"Pada pertandingan pertama di Siprus nanti, seluruh rakyat akan berada di sana menonton pertandingan. Ini akan menjadi dukungan yang luar biasa. Kami tahu, kami kita tidak punya banyak kesempatan melawan mereka. Tapi, meski kecil kami akan mencoba sebaik-baiknya. Lagi pula kami tidak akan rugi apa pun."

"Bisakah kami membuat kejutan? Mengapa tidak. Ini adalah pertandingan 11 melawan 11. Ada jurang besar antara tingkat pengalaman dan kualitas kami dengan mereka, tapi Anda tidak pernah tahu apa yang akan terjadi," ujar Erotokritou.

Madrid dipastikan takkan tampil dengan kekuatan terbaiknya di laga ini. Gelandang bertahan Xabi Alonso absen karena hukuman akumulasi kartu. Dan dengan cederanya Lassana Diarra, maka Los Blancos otomatis akan mengandalkan Esteban Granero dan Sami Khedira di lini tengah.

"Anda tidak pernah tahu pertandingan akan seperti apa. Sepakbola itu tidak bisa diprediksi. Benar memang ada klub-klub yang sangat kuat dan kami ingin menghindari mereka, tapi APOEL telah menjadi kejutan besar di kompetisi ini dan kami harus benar-benar menghormati mereka," ujar Direktur Real Madrid, Emilio Butragueno.

"APOEL mengalahkan Lyon pada laga dramatis di 16 besar. Mereka bisa mengalahkan tekanan dan menang drama adu penalti. Mereka tahu bagaimana untuk berjuang, jadi ini tidak akan mudah. Mereka sampai perempat final, itu berarti mereka kuat. Kami harus sangat fokus pada setiap detail dan harus terus waspada," kata Butragueno.

Pemenang dari laga ini nantinya akan menghadapi pemenang dari partai antara Bayern Munich dan Marseille di babak semifinal. (one)