Ponsel Lokal Gencar "Perang Harga"

Posted by Pakar Bola

ponsel lokalDi tengah serbuan ponsel merek global, yang harganya juga semakin murah, produsen ponsel merek lokal masih menunjukkan optimismenya. .

"Kami optimis tahun depan penjualan bisa naik sekitar 10 persen dari tahun ini," ujar Martono Jaya Kusuma, CEO Selular Group, dalam Bincang Bareng Media (BBM) berjudul 'Nasib Hape Lokal tahun 2012' di Planet Hollywod, Jakarta, Rabu (7/12/2011).

Martono menambahkan, kenaikan tersebut akan bisa dicapai apabila ponsel lokal mau mengembangkan sistem operasi, aplikasi, dan berani perang harga. Keputusan Nexian untuk menjual sebagian sahamnya ke asing di 2011 disebut sebagai salah satu strategi mengantisipasi perang harga. Selain itu, fokus Nexian di tahun 2012 adalah mengembangkan mobile internet, sehingga perlu perluasan kemitraan untuk meningkatkan kualitas.

Untuk masalah perang harga, Handojo Soetanto, Mobile Phone Product Manager Polytron mengatakan, jika ditekan, harga ponsel pintar produksi Polytron sebenarnya masih bisa dijual dengan harga Rp 99 ribu hingga Rp 110 ribu (level distributor).

"Bisa saja sampai semurah itu, tapi kalau menginginkan sistem operasi dengan performa tinggi, spesifikasi yang bagus, tentu perang harga juga tidak akan meninggalkan kualitas. Ponsel merek China bisa jual ponsel dengan harga murah, tapi teknologinya bagaimana? Ketahanan fisik produknya bagaimana? Itu yang kami pikirkan!" serunya.

Lebih lanjut Handojo mengatakan, ada tanggung jawab dealer untuk menjelaskan keberadaan ponsel merek lokal. "Dealer harus rajin menjelaskan ini produk lokal, bedanya dengan produk luar bagaimana. Jadi jangan karena pembeli nyari yang murah terus kasih saja ponsel China," tambahnya.

Dalam persaingan dengan ponsel global, Mario Apriliansyah, Managing Partner Baruna Jaya Mandiri Nexcom mengatakan sudah saatnya masuk ke ponsel pintar. "Tahun 2012 ponsel lokal harus masuk pasar ponsel pintar juga. Sudah saatnya kita membuat produk layar sentuh misalnya, yang terjangkau oleh masyarakat menengah ke bawah. Kalau untuk sistem operasi, saya rasa bermain di pasar Android peluangnya lebih besar," jelas Mario.

Mayoritas produsen ponsel merek lokal sepakat, persaingan bisa terus kompetitif jika merek lokal bisa meningkatkan "brand equity", melakukan pemasaran yang efektif hingga ke dealer-dealer, dan mau mengedukasi konsumen akan kualitas produk yang dibutuhkan. Perang harga tak kan lagi jadi kendala.